Perawatan bayi baru lahir menurut pandangan Islam ini
diturunkan untuk para orang tua muslim yang menginginkan kehidupan yang baik
bagi anak dengan dasar-dasar hukum dan syariat Islam, dengan tujuan akhir
terwujudnya anak-anak sholeh dan sholihah.
Caranya adalah dengan mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai
agama – sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah – sedini mungkin pada diri
anak-anak dimulai sejak dia terlahir.
Sebenarnya, untuk penanaman nilai-nilai agama bisa dilakukan
ketika anak dalam kandungan. Para ulama menyarankan setiap wanita hamil
memperbanyak membaca Al-Qur’an dan berdzikir.
Menurut para pakar kesehatan, pada masa kehamilan di
trimester kedua, ketika ruh telah ditiupkan, janin sudah bisa mendengar
suara-suara yang ada di sekitar mereka. Oleh karena itulah muncul saran agar
ibu memperbanyak mendengarkan ayat-ayat Allah pada janinnya atau ayah
membisikkan kalimat-kalimat thayyibah sambil membelai perut istri.
Berikut ini ada beberapa sunnah Rasulullah yang dikutip dari beberapa
sumber dan dalil yang shahih :
1. Mentahnik bayi dengan kurma dan mendoakan keberkahan
atasnya
Tak banyak orangtua yang memahami bahwa tahnik adalah sunnah
Nabi yang sangat dianjurkan saat bayi baru lahir. Tahnik adalah memasukkan
kunyahan/lumatan buah kurma ke dalam mulut bayi yang baru lahir dan
menggosokkannya dengan lembut di langit-langit mulut bayi sampai seluruh bagian
dari mulut bayi tersebut terolesi dengan sari buah kurma. Jika kurma sulit
untuk didapat, boleh diganti dengan sari kurma yang sudah jadi atau madu.
Apakah tidak bahaya bagi bayi?
Bayi yang baru lahir terutama bayi yang lahir prematur atau
bayi dengan berat lahir kurang, memiliki kandungan glukosa yang sangat kecil
dalam darahnya (umumnya hanya di bawah 30mg per 100 ml darah).
Jika kekurangan
zat gula ini tidak segera dipenuhi, biasanya bayi akan mudah menolak ASI
ibunya, otot-ototnya lemas, gangguan syaraf, bahkan berujung pada kematian.
Biasanya, dokter akan memberikan tambahan zat gula pada bayi baru lahir yang
kurang berat badannya atau prematur mellaui infus atau langsung melalui mulut.
Dan kurma adalah penghasil glukosa yang sangat baik dan
bagus untuk kesehatan bayi. Mentahnikbayi dengan kurma dapat memperkuat
otot-otot mulut bayi sehingga bayi akan kuat menyusu pada ibunya. Dan ketika
bayi kuat menyusu, maka insya Allah ASI akan menjadi lancar dan berlimpah.
Dari
Abu Burdah dari Abu Musa ia berkata: “Telah lahir anakku, lalu aku membawanya
dan mendatangi Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau memberinya nama Ibrahim dan kemudian
men-tahnik-nya dengan kurma.”
Imam Bukhari menambahkan: “dan beliau mendoakan kebaikan dan memdoakan
keberkahan baginya, lalu menyerahkan kembali kepadaku.” (HR. BUkhari &
Muslim)
Dari
Asma’ binti Abu Bakar, ia berkata bahwa dirinya ketika sedang mengandung
Abdullah bin Zubair di Mekkah : “Aku keluar dan aku sempurna hamilku 9
bulan, lalu aku datang ke Madinah, kemudian aku turun di Quba’ dan aku
melahirkan di sana, lalu aku pun mendatangi Rasulullah, maka Rasulullah menaruh
Abdullah ibn Zubair di dalam kamarnya, dan beliau meminta kurma lalu
mengunyahnya, kemudian beliau Shallallaahu ‘alaihi wasallam memasukkan kurma
yang sudah lumat itu ke dalam mulut Abdullah bin Zubair. Dan itu adalah makanan
yang pertama kali masuk ke mulutnya melalui Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi
wasallam(Rasulullah mentahniknya), dan kemudian beliaupun mendo’akannya dan
mendoakan keberkahan kepadanya.”
2. Melaksanakan aqiqah dan mencukur rambut bayi
Islam mensyariatkan penyembelihan aqiqah untuk bayi yang
baru dilahirkan sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan
Allah (berupa kelahiran bayi). Dan para ulama berbeda pendapat dalam
menghukuminya, apakah hal ini wajib atau sunnah. Mayoritas ulama, dan ini
adalah pendapat yang paling rajih, hukum aqiqah untuk bayi yang baru lahir
adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat ditekankan atau dianjurkan.
Sebagaimana sabda Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam :
“Setiap anak yang baru lahir tergadai dengan aqiqahnya,
(sampai) disembelihkan (aqiqah) itu untuknya pada hari ketujuh, dicukur
rambutnya dan diberi nama.” (HR. Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasa’i, dan Ibnu
Majah. Dishahihkan oleh Al-Albany).
Waktu pelaksanaan aqiqah yang paling utama adalah pada hari
ketujuh dari kelahirannya. Jika telah lewat, maka pada hari ke empat belas.
Jika lewat juga, maka pada hari ke dua puluh satu. Jika lebih dari itu, maka
tidak termasuk dalam sisi keutamaannya, namun tidak mengapa.
Sedangkan jumlah kambing sembelihan adalah dua kambing untuk
anak laki-laki, dan seekor kambing untuk anak perempuan. Namun jika tidak
mampu, maka satu kambing pun cukup baik untuk anak laki-laki maupun perempuan.
Dan untuk masalah mencukur rambut bayi yang baru lahir ini
yang benar adalah mencukur seluruh rambut yang ada di kepala, bukan hanya
sebagiannya saja. Disunnahkan setelah mencukur rambut adalah memberi wewangian
dan mengusapkannya pada kepala bayi. Rambut yang dicukur tadi kemudian
ditimbang dan hasilnya disetarakan dengan perak yang kemudian disedekahkan untuk
fakir miskin.
3. Memberi nama yang baik dan indah
Dari Abu Dawud, dengan isnad yang shahih dari Abu Darda’, ia
berkata bahwa Rasululullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan menggunakan nama-nama
kalian dan dengan nama-nama bapak kalian, maka baguskanlah nama-nama kalian.”
Hendaknya orangtua memberikan nama-nama yang baik kepada
anak-anak mereka, agar anak-anak jauh dari cemoohan dan ejekan. Dan jangan
lupa, bahwa nama adalah do’a dari orangtua kepada anak-anaknya. Maka berikanlah
nama yang baik sebagai do’a yang baik pula untuk anak-anak kita. Gunakanlah nama-nama Islami yang diajarkan
oleh Rasulullah, dan jauhi penggunaan nama-nama yang menyerupai penamaan
orang-orang kafir.
4. Memberikan penyusuan sempurna sampai 2 tahun
5. Mendoakan kebaikan dan keberkahan bagi bayi serta
menjauhkan diri dari memasang jimat-jimat
Haram hukumnya memasangkan kalung atau jimat-jimat dalam
tubuh seorang anak dengan alasan untuk perlindungan anak tersebut. Yang
diperbolehkan adalah melindungi anak dengan doa-doa yang telah diajarkan oleh
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam.






